Kamis, 20 September 2012

cerpen "Cinta Lingkungan"


“Jika bukan kita, Siapa lagi?”


Namaku Shafitry Dirgandhiny, teman-temanku biasa memanggilku Pitry. Saat ini aku duduk di kelas 3 SMP, aku bersekolah di SMP Negeri 1 Lembang. Salah satu sekolah yang sangat favorite di daerah Lembang. Saat ini aku telah selesai melaksanakan Ujian Nasional (UN), jadi aku dan teman-temanku sudah bebas. Maksudnya kita tidak belajar lagi, tapi ada tugas wajib dari sekolah untuk kita yaitu bakti sosial atau lebih sering kita sebut dengan baksos.
Memang ada salah satu kegiatan yang unik dari SMP Negeri 1 Lembang ini. Sudah dua tahun belakang ini ada tugas wajib untuk siswa-siswi kelas 9 yang telah melaksanakan ujian nasional. Tugas wajib itu adalah bakti sosial. Kegiatan ini bermaksud untuk memanfaatkan waktu kita sambil menunggu hasil kelulusan di umumkan. Selain memanfaatkan waktu, kita juga dapat membuat lingkungan Lembang ini menjadi lebih indah dan lebih bisa mencintai lingkungan kita.
Tadi pagi, aku dan teman-teman lainnya berkumpul di Alun-alun kota. Ternyata di Alun-alun kota itu tidak hanya ada siswa SMP Negeri 1 Lembang tetapi ada ibu-ibu PKK Jayagiri, Karang Taruna, dan alumni ITB tahun 1996. Kita bersiap untuk membersihkan tempat dari Alun-alun kota sampai SMP Negeri 1 Lembang. Setelah semua siswa dan semua yang akan mengikuti kegiatan bakti sosial ini sudah berkumpul, ada salah satu kegiatan yang seru. Sebelum memulai bakti sosial kita semua melakukan senam pagi terlebihdahulu. Dengan di pandu oleh seorang pelatih senam dan di dukung dengan musik yang membuat suasana menjadi semangat. Kita semua senam pagi bersama.
Saat sedang senam pagi, aku mengobrol dengan Resti yang ada di sebelahku
“Res, ibu-ibunya pada lincah” ucapku sambil tertawa.
“(tertawa) makannya jangan mau kalah, kita juga harus lebih lincah dari mereka” jawab Resti.
“iya dong, kita harus lebih lincah” ucapku sambil mengikuti gerakan senam.
“liat anak yang lain pada heboh” ucap Diona ikut-ikutan.
“kita harus lebih heboh lagi” jawab Resti sambil tertawa.
“oke” ucapku mengakhiri pembicaraan.
            Setelah senam pagi selesai, aku dan teman-teman beristirahat sejenak. Lalu kita berkumpul kembali, kita diberi plastik untuk memungut sampah di sekitar lokasi yang akan di bersihkan. Dan kita juga di beri sarung tangan plastik, supaya tangan kita tidak terlalu kotor saat akan memungut samapah. Satu plastik sambah untuk tiga orang, dan aku mendapat kelompok Fauziyyah, Resti dan aku.
“bareng oke!” ucap ku kepada Fauziyyah.
“oke, siapa aja?” tanya Fauziyyah.
“aku, Resti, kamu” jawabku sambil menunjuk.
“pit, beli minum dulu yu?” ajak Resti kepadaku.
“ayo, sebentar” ucapku sambil menyimpan tas dan menuju ke arah Resti.
            Lalu kita semua pun dikumpulkan kembali, dan diberi pengarahan untuk mengerjakan tugas kita. Setelah selesai diberi pengarahan, aku, Resti dan Fauziyyah memulai tugas kita.
            Saat mulai membersihkan sampah yang ada di sekitar area aku, Fauziyyah, dan Resti mendapat bagian sebelah kiri jalan. Kata guru-guru sampah yang paling berat akan mendapat sepeda. Jadi, semua siswa-siswi lebih bersemangat membereskan area. Aku, Fauziyyah dan Resti pun mercanda sambil memungut sampah yang berserakan.
“sini masukin batu aja biar berat” ucap Resti sambil tertawa.
Aku, Fauziyyah dan Resti pun  tertawa.
“resti,resti demi sepeda sampe segitunya” jawabku sambil tertawa.
“iyakan nanti kalo dapet sepeda ekspresinya yang datar” uacap Resti
“horee, saya dapat sepeda!” ucap Fauziyyah sambil berekspresi datar.
Kita pun tertawa lagi, lalu melanjutkan memungut sampah-sampah lagi.
            Sesudah selesai membersihkan sepanjang area, kita semua pun berkumpul kembali di Alun-alun kota untuk beristirahat. Setelah beristirahat sejenak aku dan teman-teman lainnya berkumpul untuk bermain games bersama. Di pandu oleh seseorang dari karang taruna setempat, kita semua bermain games yang sangat seru. Games yang diberikan cukup banyak,  dan kita semua sangat bahagia.
Dan diakhir ada beberapa hadiah yang di bagikan untuk orang-orang yang berani mengomandoi yel-yel yang telah kita sepakati bersama. Yel-yelnya itu ada dua, yang satu “kecamatan Lembang (mantap)” dan yang satunya lagi “masyarakat Lembang (eduun)”.
            Setelah acaranya selesai, aku, Resti, Miranti dan Diona pergi untuk makan mie ayam. Sayangnya Fauziyyah tidak bisa ikut karena tangan dia sensitif. Jadi bila terkena tanah, sabun, dan semua yang ada kuman dan bakteri tanagn dia akan mengelupas dan gatal-gatal. Maka tangannya harus cepat-cepat di olesi salep khusus.
            Saat sedang makan, aku, Resti, Miranti dan Diona pun mengobrol sambil bercanda tertawa-tawa. Dan, kita bercerita tentang betapa asiknya acara tadi. Kita tidak sabar menunggu hari esok, karna esok kita akan menanam pohon di area yang telah ditentukan. Betapa senangnya kita, dan tidak sabar menunggu hai itu.
***
            Hari senin tiba, aku dan teman-teman semua kelas 9 sudah berkumpul di sekolah jam  8 pagi. Kegiatan kita kali ini adalah menanam pohon di area yang telah di tentukan yaitu di Kayuambon, sekitar jalan Putri Gunung, dan Alun-alun kota. Aku dan teman-teman yang lainnya sangat senang bisa menanam pohon. Karena dengan menanam pohon ini kita dapat membuat pemandangan lebih indah dan asri.
            Sebelum berangkat, kita semua dikumpulkan terlebih dahulu di lapangan upacara. Saat berkumpul kita semua diberi penjelasan saat akan menanam pohon nanti, lalu satu persatu siswa diberi satu bibit tanaman, 2 bambu, dan tali. Setelah semuanya sudah terbagi kita berangkat ke area yang sudah di tentukan. Aku dan teman-temanku mendapatkan bagian sekitar jalan Putri Gunung. Kita pun berjalan kaki untuk sampai ke sana. Karena tempatnya tidak terlalu jauh dari sekolah kita.

            Saat diperjalanan aku berjalan bersamaan dengan Fauziyyah, Resti, Miranti, Diona, Vicky, dan Farhan. Kita pun sempat mengobrol dan sesekali bercanda. Kebetulan saat itu kami berjalan di paling akhir karena saat pembagian tanaman tadi kita mendapat bagian terakhir.
“wah, bakalan kebagian lahan paling ujung” ucapku sambil melihat teman-teman yang lain sudah mendapatkan lahannya.
“yah, benerlah dipaling kita kebagiannya” ucap Resti sambil mencari lahan yang kosong.
Saat aku, Fauziyyah, Miranti, Diona, dan Vicky sudah mendapatkan lahan masing-masing. Resti dan Farhan masih belum mendapatkan lahan untuk mananam pohon.
“wah, masa ga dapet lahan” ucap Farhan dengan ekspresi sedih.
“udah aja, disini berdua-berdua” ucapku mencoba mencari solusi.
Tapi Resti dan Farhan memcoba mencari lahan dahulu. Lalu mereka kembali karna tidak mendapatkan lahan.
“ada yang kosong ga?” tanyaku sambil memulai akan menanam.
“ga ada” jawab Resti sambil kebingungan.
“ya udah, kamu sama aku, Farhan sama Vicky” ucapku kepada Resti.
Dan akhirnya aku dan Resti dilahan  yang sama, begitu pula Farhan dan Vicky.
            Walaupun tak mendapatkan lahan dan harus berdua denganku. Resti tetap senang dan anusias untuk menanam tanamannya. Hal itu membuat aku pun ikut bersemangat untuk menanam tanamannya. Saat akan menanam aku sempat bertanya kepada Resti.
“Res, bambunya di pasang dimana?” tanyaku kebingungan.
“di silangin aja” jawab Resti sambil menunjukannya.
“oh, oke” ucapku menutup pembicaraan.
            Kita berdua pun melanjutkan menanam tanamannya hingga selesai dengan cukup rapi.

“udah selesai, yu!” ajak Resti sambil membereskan alat yang dipakainya.
“oke, ayo” ucapku sambil berdiri dan berjalan.
            Setelah semua siswa selesai menanam kita semua kembali kesekolah untuk pengabsenan. Setelah selesai kita pun pergi pulang dan menunggu hari esok untuk kegiatan selanjutnya yaitu membersihkan sekitar halaman 3 desa yang telah di tentukan. Desa Lembang, Desa Jayagiri dan Desa Kayuambon.
***
            Dua hari kita lewati untuk membersihkan sekitar halaman desa. Kelas A-C di desa Jayagiri, kelas D-F di desa Lembang dan kelas G-I di desa kayuambon. Dan aku dan teman-teman mendapatkan bagian di desa Jayagiri. Aku bersyukur mendapatkan area yang dekat dengan sekolah, jadi aku tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk sampai dilokasi.
            Dua hari itu, kita lakukan dengan membersihkan area puskesmas desa Jayagiri dan sekitar jalanan. Kita melakukannya dengan mencabuti dan membersihkan rumpu-rumput liat yang ada di sekitarnya. Kita juga memungut dan mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di sekitarnya.
            Dan pada akhirnya kegitan itu berakhir pada hari rabu, cukup melelahkan dan merupakan hal yang menyenangkan bagiku. Dari hari minggu sampai hari rabu, aku mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang sangat-sangat bermanfaat bagiku.
            Di mulai dari kita harus belajar untuk hidup sehat, menjaga lingkungan supaya tetap bersih. Ikut melestarikan lingkungan sekitar dengan menanam tanaman, dan semua manfaat itu menjadikan hidup ini lebih berwarna dan lebih indah. Dan kita juga membantu anak cucu kita kelak supaya dapat hidup nyaman seperti yang kita alami sekarang ini. Dan jika tidak kita yang peduli siapa lagi?.


SELESAI






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar